Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah
Vol 4, No 1 (2016): Jurnal 2016

POTENSI TANAMAN HIAS DALAM MEREMEDIASI TANAH TERCEMAR LOGAM MERKURI (Hg) (STUDI KASUS : TAILING MANDOR)

Rizka Ulimma (Unknown)



Article Info

Publish Date
26 Jan 2016

Abstract

ABSTRAK Aktivitas penambangan emas tanpa izin di Mandor telah lama ditinggalkan selama 10 tahun dan menghasilkan limbah tanah (tailing) berpotensi merusak lingkungan yaitu limbah merkuri yang berasal dari proses amalgamasi. Logam berat dalam tanah sangat sulit  untuk diuraikan dan memerlukan biaya yang besar untuk memulihkannya. Metode yang efektif dan efisien dapat digunakan yaitu fitoremediasi. Penelitian ini menggunakan kemampuan tanaman hias hanjuang (Cordyline fruicosa), helikonia (Heliconia psittacorum) dan lidah mertua (Sansevieria trifasciata) untuk mengurangi cemaran logam merkuri (Hg) dalam tanah. Penelitian dilakukan selama 2 bulan dengan komposisi media tanam yang digunakan adalah tanah biasa tanpa tailing (kontrol), tanah tailing, tailing dan kompos kemudian dianalisis kandungan logam merkuri (Hg) tanaman dengan metode  analisa  AAS  (Atomic  Absorption  Spectrophotometric).  Tujuan  penelitian  ini  adalah efisiensi penyerapan merkuri (Hg) dan besarnya nilai BCF dan TF dari tanaman hias. Berdasarkan hasil penelitian nilai efisiensi penyerapan pada tanaman hias hanjuang (Cordyline fruicosa) sebesar 29,03%, helikonia (Heliconia psittacorum) sebesar 42,98% dan lidah mertua (Sansevieria trifasciata) sebesar 57,36% terdapat di media campuran tailing dan kompos sedangkan di media tailing yaitu 25,30% ; 35,71% ; 46,72%. Nilai bioconcentration factor (BCF) yang dihasilkan oleh tanaman hanjuang (Cordyline fruicosa) sebesar 0,290, helikonia (Heliconia psittacorum) sebesar 0,378 dan lidah mertua (Sansevieria trifasciata) sebesar 0,463 terdapat di media campuran dan media tailing sebesar 0,235 ; 0,319 ; 0,400. Nilai translocation factor (TF) di media campuran oleh tanaman hanjuang (Cordyline fruicosa) sebesar 0, helikonia (Heliconia psittacorum) sebesar 0,106 dan lidah mertua (Sansevieria trifasciata) sebesar 0,241 dan media tailing sebesar 0,051 ; 0,202 ;0,157. Nilai TF dan BCF menunjukkan ketiga tanaman hias ini termasuk dalam akumulator sedang dan proses remediasi adalah fitostabilisasi. Kata Kunci : Mandor, Fitoremediasi, Logam Merkuri (Hg), Tanaman Hias

Copyrights © 2016






Journal Info

Abbrev

jmtluntan

Publisher

Subject

Energy Engineering Environmental Science Immunology & microbiology Public Health

Description

Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah (ISSN: 2622-2884) is a scientific journal published by Environmental Engineering Study Program, Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura, Pontianak, Indonesia. The journal was purposed as a medium for disseminating research results in the form of full ...