Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah
Vol 5, No 1 (2017): JURNAL 2017

Model Wanamina (Silvofishery) Sebagai Optimalisasi Pasca Rehabilitasi Kawasan Mangrove di Pesisir Dusun Benteng Kabupaten Mempawah

Yosafat Pangarevo (Unknown)



Article Info

Publish Date
03 Feb 2017

Abstract

ABSTRAKPemanfaatan dan pelestarian kawasan hutan mangrove dilakukan dalam upaya mendukung pengembangan wilayah pesisir Kabupaten Mempawah. Luas ekosistem mangrove di Kabupaten Mempawah adalah sebesar 1.521,39 ha. Untuk menghindari eksploitasi mangrove di daerah tersebut sekaligus mencegah terjadinya abrasi kembali maka perlu dilakukan pengelolaan ekosistem mangrove di daerah Dusun Benteng. Satu diantara teknik pengelolaan mangrove adalah sistem wanamina (Silvofishery). Penelitian ini bertujuan untuk menyusun model perencanaan pengelolaan hutan mangrove dengan Silvofishery di Dusun Benteng Kabupaten Mempawah secara optimal dalam upaya mendukung pengembangan wilayah pesisir Kabupaten Mempawah. Metode pengambilan data dalam penelitian ini menggunakan metode luas wilayah menggunakan ARC GIS dan metode pengambian sampel air menggunakan grab sampling. Pemeriksaan sampel air dilakukan pada 3 titik pengambilan pada perencanaan tambak wanamina dengan parameter pH, suhu dan salinitas. Hasil uji untuk pengukuran pH dan salinitas air permukaan dari masing-masing titik sampel telah memenuhi standar baku mutu yang telah ditetapkan oleh KEPMEN Kelautan dan Perikanan Nomor 28 Tahun 2004 tentang Pedoman Umum Budidaya Udang di Tambak dan hasil uji suhu air permukaan dari masing-masing titik sampel telah memenuhi standar baku mutu yang telah ditetapkan oleh WWF-Indonesia (2014). Luas areal lahan pembangunan tambak Silvofishery sebesar 15 ha, jarak antara garis pantai surut tertinggi dengan lokasi tambak adalah 100 m. Lahan ini dibagi menjadi 4 tambak dengan luasan masing–masing 0,63 ha dan memiliki 2 buah kolam tandon dengan luasan masing–masing 0,25 ha. Rencana pengelolaan tambak Silvofishery dilakukan oleh masyarakat sekitar Dusun Benteng, pembentukan kelompok masyarakat pengelola tambak bertujuan untuk memberdayakan masyarakat yang tidak memiliki pekerjaan dan bagi nelayan musiman. Manfaat lainnya dari pembentukan kelompok masyarakat pengelola tambak ialah menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk menjaga ekosistem mangrove di wilayah tersebut.Kata Kunci : mangrove, wanamina, Dusun Benteng

Copyrights © 2017






Journal Info

Abbrev

jmtluntan

Publisher

Subject

Energy Engineering Environmental Science Immunology & microbiology Public Health

Description

Jurnal Teknologi Lingkungan Lahan Basah (ISSN: 2622-2884) is a scientific journal published by Environmental Engineering Study Program, Faculty of Engineering, Universitas Tanjungpura, Pontianak, Indonesia. The journal was purposed as a medium for disseminating research results in the form of full ...