Jurnal Talenta Sipil
Vol 5, No 1 (2022): Februari

Analisa Metode FAA dan ICAO-LCN pada Perencanaan Perkerasan Runway di Bandar Udara Silampari Lubuklinggau

Suci Ryski Nur Afriyani (Politeknik Penerbangan Palembang)
Viktor Suryan (Unknown)



Article Info

Publish Date
08 Feb 2022

Abstract

Bandar Udara Silampari Lubuklinggau merupakan salah satu Bandar Udara perintis yang ada di Sumatera Selatan, Bandar Udara ini terletak didaerah strategis secara geografis karena terletak dipersimpangan Sumatera bagian Selatan yaitu diantara Sumatera Selatan, Jambi dan Bengkulu, membuat Bandar Udara ini cukup potensial. Bandar Udara Silampari memiliki panjang Runway 2.225 × 30 dengan klasifikasi runway 4C dengan instrument Non Presisi (1800 ≤ ARFL) (24 ≤ WS < 36 m; 6m ≤ OMG < 9 m). Pada perencanaan perkerasan runway pada Bandar Udara Silampari Lubuklinggau yaitu menggunakan metode FAA secara (Federal Aviation Administration) yang perhitungannya secara grafis dan dengan menggunakan software FAARFIELD, selain itu pada analisa perencanaan perkerasan runway ini juga menggunakan metode LCN (Load Classification Number). Berdasarkan hasil perhitungan perencanaan runway dengan menggunkan perkerasan lentur dan umur rencana perkerasan yaitu 20 tahun didapat hasil yaitu dengan menggunakan metode FAA (Federal Aviation Administration) secara grafis didapatkan tebal total perkerasan yaitu 76,2 cm dan pada metode FAA (Federal Aviation Administration) menggunakan software FAARFIELD didapat sebesar 60,99 cm, sedangkan pada metode LCN (Load Classification Number) didapat tebal total perkerasan yaitu 73,66 cm. Adapun material yang digunakan yaitu pada Subbase Course menggunakan agregat alam, lapisan Base Course menggunakan Asphal Concrete-Binder Course (AC-BC) dan Surface Course menggunakan aspal hotmix.

Copyrights © 2022