Mineral matter dan sulfur merupakan komponen anorganik yang selalu berpengaruh negatif pada saat pemanfaatan batubara di industri. Salah satu faktor yang mempengaruhi keberadaan mineral dan sulfur dalam batubara adalah lingkungan pengendapan. Konsep ini merupakan latar belakang penelitian, dengan tujuan untuk menginvestigasi pengaruh lingkungan pengendapan terhadap kandungan mineral matter dan sulfur pada batubara. Batubara yang dianalisis dalam penelitian ini berasal dari Cekungan Papua Utara (BCPU) dan Cekungan Kutai (BCK). Interpretasi lingkungan pengendapan menunjukkan bahwa batubara BCPU terbentuk pada lingkungan caostal marsh, sedangkan batubara BCK tersedimentasi di lingkungan limnik. Implikasi penelitian adalah lingkungan pengendapan berpengaruh terhadap komponen anorganik batubara seperti kandungan mineral matter (pirit dan lempung), sulfur dan abu tinggi
Copyrights © 2018