Kegiatan pengeboran migas tidak hanya menghasilkan minyak mentah tapi juga kondensat yang berpotensi untuk menjadi bahan bakar alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kemungkinan pemakain kondensat sebagai bahan bakar industri, mengetahui pengaruh AFR, memprediksi suhu flame. Proses pembakaran dilakukan pada burner industri yang dilengkapi dengan sistem preheater. Variabel penelitian meliputi variasi AFR yaitu 9,53 ; 14,88 ; 18,77 ; 23,10 dan 27,27. Pembakaran dilakukan dengan mengalirkan kondensat pada laju tertentu, kemudian diberi pemantik api untuk memulai pembakaran. Setelah pembakaran stabil, suhu flame diukur menggunakan termokopel dan konsentrasi GHP diukur dengan Gas Analyzer (Star Gas). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondensat dapat menjadi bahan bakar alternatif yang potensial untuk keperluan industri dengan suhu flame tertinggi 1480 ºC dan warna api yang biru. Suhu prediksi maximum flame temperature selalu lebih tinggi dari suhu aktual flame yang terukur dengan prosentase selisih Tfakt dan Tfh adalah 10,41 %. Hal ini terjadi karena adanya kehilangan panas sebesar 10,34 % selama proses pembakaran. Kata Kunci : kondensat, Air Fuel Ratio (AFR), burner, flame, bahan bakar, Gas Hasil Pembakaran (GHP)
Copyrights © 2011