Jurnal Agrista
Vol 26, No 1 (2022): Volume 26 Nomor 1 April 2022

Induksi Kalus Tanaman Nilam (Pogostemon cablin Benth,) MenggunakanBenzyl Amino Purine danNaphtalene Acetic Acid Secara In Vitro

Suci Rahmanissa N (Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala)
Marai Rahmawati (Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala)
Elly Kesumawati (Jurusan Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala)



Article Info

Publish Date
02 Jul 2022

Abstract

Tujuan dari penelitian  adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi BAP dan NAA serta interaksi antara kedua faktor terhadap pertumbuhan tunas eksplan pucuk tanaman nilam  varietas Tapak Tuan secara in vitro. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Kultur Jaringan Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Darussalam, Banda Aceh.Penelitian berlangsung dari bulan April sampai Juli 2021.  Penelitian ini terdiri dari 2 faktor, faktor pertama adalah konsentrasi BAP yang terdiri dari 5 taraf yaitu kontrol,  0,25 mg L-1 , 0,5 mg L-1, 0,75 mg L-1, dan 1 mg L-1. Faktor kedua adalah konsentrasi NAA yang terdiri dari 4 taraf yaitu kontrol, 0,25 mg L-1 , 0,5 mg L-1, dan 0,75 mg L-1, sehingga terdapat 20 kombinasi perlakuan. Hasil penelitian menunjukkankonsentrasi BAP dan NAA berpengaruh pada persentase pembentukan kalus terbaik (100%) dijumpai pada konsentrasi 0,25 mg L-1  NAA  dan 0,75 mg L-1  NAA.  Persentase jumlah akar dengan konsentrasi 0,75 mg L-1 NAA menghasilkan jumlah akar yang  lebih banyak yaitu sebesar 7,8 akar, dibandingkan dengan perlakuan lainnya. Induction of Patchouli Callus (Pogostemon cablin Benth,) using Benzyl Amino Purine and Naphtalene Acetic Acid under In Vitro Condition The purpose of this study was to determine the effect of BAP and NAA concentrations and the interaction between these two factors on the growth of explant shoots. patchouli shoots of the Tapak Tuan variety in vitro. This research was conducted at the Plant Tissue Culture Laboratory, Faculty of Agriculture, Syiah Kuala University, Darussalam, Banda Aceh. The study took place from April to July 2021. This study consisted of 2 factors, the first factor was the concentration of BAP which consisted of 5 levels, namely control, 0.25 mg L -1, 0.5 mg L -1, 0.75 mg L - 1, and 1 mg L -1. The second factor wasthe concentration of NAA which consisted of 4 levels, namely control, 0.25 mg L -1, 0.5 mg L -1, and 0.75 mgL-1, so there were 20 treatment combinations. The results showed the combination of BAP and NAA had an effect on the proportion of callus formation, the best percentage of callus formation (100%) was found atoncentrations of 0.25 mg L -1 NAA and 0.75 mg L -1 NAA. The percentage of the number of roots with a concentration of 0.75 mg L-1 NAA resulted in a larger number of roots, which was 7,8 roots, compared to other treatments.

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

agrista

Publisher

Subject

Agriculture, Biological Sciences & Forestry

Description

Jurnal Agrista merupakan salah satu wadah bagi peneliti untuk menyebarluaskan hasil-hasil penelitian di bidang ilmu Agroteknologi, Ilmu Tanah dan Proteksi Tanaman, selain itu Jurnal Agrista juga mencakup di bidang MIPA Biologi serta FKIP Biologi. Jurnal Agrista memuat laporan hasil penelitian atau ...