Jurnal Kedokteran Syiah Kuala
Vol 22, No 1 (2022): Volume 22 Nomor 1 Maret 2022

Tatalaksana katarak kongenital dengan sangkaan Congenital Rubella Syndrome

Eva Imelda (Departement of Ophthalmology, Faculty of Medicine, Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh 23111, Indonesia)
Putri Hermaya (General Hospital Zainoel Abidin, Banda Aceh 23126, Indonesia)



Article Info

Publish Date
24 Jun 2022

Abstract

Pendahuluan : Katarak kongenital merupakan  kelainan dimana terjadi kekeruhana pada lensa mata yang terdeteksi sejak lahir. Saat ini katarak kongenital masih menjadi penyebab kebutaan utama pada anak di dunia. Prevalensi 1-15 kasus dalam 10.000 anak, 1-3 kasus dalam 10.000 kelahiran di negara berkembang dan 1.7 – 14.7 kasus dalam 10.000 anak di Asia. Tujuan tatalaksana yaitu membersihkan katarak secepat mungkin untuk mencegah taerjadinya ambliopia.Tujuan : Untuk melaporkan tatalaksana kasus katarak kongenital dengan penyulit Congenital Rubella Syndrome (CRS).Deskripsi Kasus : Seorang anak perempuan uisa 11 tahun dibawa berobat ke poliklinik Pediatrik Oftalmologi dan Strabismus RS Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh dengan keluhan utama terdapat bintik putih pada kedua mata sejak lahir. Pasien di diagnosa katarak kongenital dan dilakukan pembedahan yang meliputi aspirasi irigasi, kapsulotomi posterior primer dan vitrektomi anterior dalam pembiusan umum.Kesimpulan : Tujuan tatalaksana kasus katarak kongenital adalah mencegah ambliopia dengan membersihkan katarak sesegera mungkin sehingga prognosis penglihatan lebih baik. Pemilihan tehnik operasi dan rehabilitasi optik merupakan hal penting untuk mencapai fungsi visual yang baik.

Copyrights © 2022