Salah satu sumber air baku air minum yang sering digunakan adalah air sumur. Air sumur pada umumnya mempunyai kualitas yang lebih baik dibanding air permukaan. Masalah yang sering ditemui pada air sumur adalah airnya terkadang mengandung logam besi (Fe) yang tinggi. Fe yang tinggi dapat menimbulkan gangguan kesehatan, menimbulkan bau yang menyengat dan gangguan estetika akibat perubahan warna air. Dalam penelitian ini digunakan proses koagulasi flokulasi untuk menurunkan kandungan Fe di dalam air sumur dengan menggunakan biji kelor sebagai biokoagulan. Percobaan ini menggunakan variabel utama waktu flokulasi dengan rentang 10-30 menit dengan interval 2 menit. Pengaruh waktu flokulasi pada penyisihan Fe juga dikaji pada variabel yang ikut mempengaruhi penyisihan Fe seperti ukuran flok, C-organik air hasil koagulasi dan kadar air dalam flok. Waktu koagulasi yang digunakan adalah selama 1 menit dengan kecepatan 100 rpm, kecepatan flokulasi 40 rpm, waktu pengendapan 60 menit, dan dosis kelor yang digunakan 33 mg/L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa waktu flokulasi optimum penyisihan Fe adalah 18 menit.
Copyrights © 2022