Tingkatan kecemasan terhadap kematian pada seseorang dapat meningkat jika individu mengalami stres atau sebuah ancaman, seperti masalah kesehatan atau penyakit. Kanker merupakan salah satu penyakit yang memiliki jumlah kematian tertinggi, sedangkan landasan penelitian penanganan non medis yang salah satunya fokus pada apakah religiusitas berhubungan dengan kecemasan terhadap kematian masih belum jelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kedua variabel yaitu religiusitas dan kecemasan terhadap kematian pada pengidap kanker di Komunitas CISC Suluh Hati Semarang. Subjek dari penelitian ini adalah pengidap kanker yang merupakan angggota komunitas CISC Suluh Hati Semarang yang diambil dengan menggunakan teknik simple random sampling. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan data diambil dengan menggunakan skala Religiusitas (29 aitem, α = 0,927) dan Skala Kecemasan terhadap Kematian (25 aitem, α = 0,932). Metode analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah teknik analisis regresi sederhana. Hasil analisis menunjukkan bahwa adanya hubungan negatif yang signifikan antara religiusitas dan kecemasan terhadap kematian pada pengidap kanker di Komunitas CISC Suluh Hati Semarang ( = -0,595 dan p = 0,000). Hubungan negatif antara kedua variabel memiliki arti bahwa semakin tinggi religiusitas maka semakin rendah kecemasan terhadap kematian.
Copyrights © 2022