Pemerataan fasilitas pendidikan termasuk sekolah harus diperhatikan secara khusus agar mudah dijangkau oleh masyarakat termasuk masyarakat Kabupaten Banyuwangi. Perkembangan teknologi yang begitu pesat mampu mempermudah menganalisis perencanaan pembangunan fasilitas pendidikan menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG) yang digunakan untuk evaluasi pemerataan fasilitas pendidikan sesuai standard perencanaan lingkingan nasional. Metode yang digunakan yaitu metode dekriptif dengan pendekatan kuantitatif. Sampel yang digunakan yaitu SMA/MA Negeri di Kabupaten Banyuwangi. Jenis data yang digunakan yaitu data spasial titik lokasi koordinat sekolah SMA/MA Negeri di Kabupaten Banyuwangi dan lokasi sebaran permukiman. Analisis data yang digunakan yaitu menggunakan analisis Buffering dan analisis Nearest Neighbor pada aplikasi Q-GIS untuk mengetahui keterjangkauan dan pola persebaran lokasi SMA/MA terhadap lokasi. Hasil analisis menunjukan 46,65% wilayah permukiman menjangkau lokasi SMA/MA dan 64,35% wilayah permukiman tidak terjangkau lokasi SMA/MA atau seluas 593,46 km2 dari 1272,15 km2 permukiman yang mampu menjangkau lokasi SMA/MA. Hasil analisis Nearest Neighbor menujukan pola persebaran lokasi SMA/MA Negeri di Banyuwangi tergolong dalam klasifikasi pola persebaran acak dengan skor Nearest Neighbor Index sebesar 0,93 ditinjau dari 21 titik lokasi SMA/MA Negeri. Hal ini mengartikan bahwasannya lokasi SMA/MA Negeri belum terjangkau oleh keseluruhan permukiman masyarakat Banyuwangi dan belum tersebar merata.
Copyrights © 2022