Budidaya sawi pakcoy membutuhkan waktu yang relatif singkat, yaitu dapat dipanen pada umur sekitar 40 hari setelah tanam. Sawi pakcoy merupakan tanaman yang mudah dibudidayakan, termasuk bagi pelaku non pertanian, namun pada kenyataannya faktor seperti ketersediaan air masih menjadi kendala bagi tanaman untuk dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian air terutama volume air dan frekuensi penyiraman terhadap pertumbuhan sawi pakcoy. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok Faktorial yang terdiri dari 2 faktor. Faktor pertama adalah frekuensi penyiraman setiap 2 hari sekali (F1) dan frekuensi penyiraman setiap 3 hari sekali (F2). Faktor kedua adalah volume air 620 ml (V1), 496 ml (V2), 372 ml (V3), dan 248 ml (V4). Perlakuan tersebut diulang sebanyak 4 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tanaman yang memiliki hasil tertinggi diberi perlakuan dengan frekuensi penyiraman setiap 2 hari sekali dengan volume 620 ml (F1V1). Fungsi air pada pengamatan ini berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, bobot daun, jumlah daun, bobot basah tanaman, diameter tanaman dan tidak berpengaruh nyata terhadap luas daun.
Copyrights © 2022