Journal of Urban Society´s Arts
Vol 8, No 2 (2021): October 2021

The Journey of Finding Paths in Javanese Court Dance by Sensory and Somatic Experiences of Taiwanese

Ching Ching Mai (National Taitung University, Taiwan)



Article Info

Publish Date
03 Jun 2022

Abstract

Is it possible to discover the spirit of another culture just by feeling without knowing? What happened when Taiwanese met the Javanese court dances with body and senses only? Can we compare Srimpi (one of the court dance forms of Java) and Tai Chi Chuan of China? How to learn and feel the dance culture? In the Javanese court dance workshop, my classmates and I were in our own “webs of senses” instead of “webs of meanings” to embody a little bit of Javanese court in Taiwan. To listen to gamelan music, to touch the sampur (a long strip of cloth used while dancing) and floor, to shape the body in the frame, to feel other dancers’ movements; all that confused us and made us get lost in the contexts of Java for a long time. Finding paths to learn the dances is a personal journey for one’s own and via which one may understand more about different cultures and more about oneself as well. I will share the experiences of some learners, including myself, to discuss the meanings of what we suffered and what we rebuilt. Perjalanan Menemukan Tuntunan dalam Menarikan Tarian Keraton Jawa melalui Pengalaman Sensori dan Somatik Orang Taiwan. Mungkinkah menemukan semangat budaya lain hanya dengan merasakan tanpa mengetahui? Apa yang terjadi ketika orang Taiwan bertemu dengan tarian keraton Jawa hanya dengan tubuh dan indera mereka? Bisakah kita membandingkan Srimpi (salah satu tarian keraton Jawa) dengan Tai Chi Chuan dari Cina? Bagaimana cara mempelajari dan merasakan budaya dari sebuah tarian? Dalam lokakarya tari keraton Jawa, saya dan teman-teman sekelas berada dalam “perangkap indera” kami sendiri, bukannya “perangkap makna” untuk mewujudkan sedikit keraton Jawa di Taiwan. Mendengarkan musik gamelan, menyentuh sampur dan lantai, membentuk tubuh agar sesuai bingkai, merasakan gerakan penari lain; semua membingungkan kami dan membuat kami tersesat dalam konteks Jawa untuk waktu yang lama. Menemukan tuntunan untuk mempelajari tarian adalah perjalanan yang bersifat pribadi, dan melalui perjalanan tersebut seseorang dapat memahami lebih banyak tentang budaya yang berbeda maupun tentang diri sendiri. Saya akan membagikan pengalaman beberapa pelajar Taiwan, termasuk saya sendiri, untuk menjelaskan kesulitan yang telah kami lalui dan apa yang berhasil kami bangun kembali. 

Copyrights © 2022






Journal Info

Abbrev

JOUSA

Publisher

Subject

Arts Humanities Social Sciences

Description

Journal of Urban Society's Art ( Junal Seni masyarakat Urban) memuat hasil-hasil penelitian dan penciptaan seni yang tumbuh dan berkembang di masyarakat perkotaan yang memiliki struktur dan kultur yang berbeda dengan masyarakat pedesaan. Seni masyarakat urban merupakan manifestasi seni yang ...