ABSTRAK Energi listrik adalah kebutuhan yang paling penting untuk sektor kehidupan, tidak terkecuali sektor industri. Hal ini dibuktikan dengan besarnya kebutuhan listrik PT Duta Palma Nusantara PKS Kuko yang mencapai 1,7-2,5 juta kW tiap tahunnya. Besarnya kebutuhan listrik tersebut selama ini dipenuhi oleh genset berbahan bakar solar. Tanaman Elaeis quineensis Jacq atau kelapa sawit adalah salah satu biomassa yang jumlahnya cukup melimpah di Indonesia, khususnya Riau. Batang kelapa sawit masih memiliki kandungan nira yang dapat dijadikan sumber energi. Penelitian ini bertujuan menguji potensi energi bioetanol nira sawit untuk memenuhi kebutuhan listrik pabrik dengan menggunakan metode fermentasi dan destilasi dengan simulasi aplikasi Superpro untuk mengetahui potensi bioetanol yang terkandung tersebut. Dari hasil simulasi, diperoleh potensi bioetanol nira sawit PT Duta Palma Nusantara PKS Kuko Tahun 2020 sebesar 463.311,75 l/hari. Bioetanol tersebut dapat menghasilkan listrik sebesar 34.166.278,6 kWh/Hari untuk E10 dan 22.628.077,7 kWh/Hari untuk E100, dengan potensi daya E10 = 1.423.595,98 kW dan E100 = 942.836,57 kW. Apabila diaplikasikan pada genset dengan kapasitas 1100 kVa dengan campuran bahan bakar bensin , maka per jamnya Total Fuel Consumption (TFC) yang dibutuhkan sebesar 176,57 l/h untuk E10 dan 177,46 l/h untuk E100 dengan Spesific Fuel Consumption (SFC) sebesar E10 = 0,0182 l/kWh dan E100 = 0,0183 l/kWh. Nilai efisiensi genset dengan bahan bakar (E0) adalah 90,10%, tertinggi dibanding jenis bahan bakar lainnya. Namun efisiensi bahan bakar (E10) juga cukup tinggi yakni 54,19% dan dapat ditingkatkan lagi sampai efisiensi 82,80% dengan penambahan etanol sampai 100% (E100). Maka dapat disimpulkan bahwa nira sawit dapat dijadikan bioethanol untuk bahan bakar genset yang memenuhi kebutuhan listrik pabrik .Kata Kunci: Kelapa Sawit, Nira, Bioetanol, Listrik
Copyrights © 2022