Penelitian dilatarbelakangi oleh keberadaan aksara lontara di berbagai tempat di Sulawesi Selatan. Penelitian ini mencoba menanyakan, apakah fotografi estetik dengan mengusung latar tempat bermuatan aksara lontara dapat menjadi upaya pelestarian kebudayaan lokal Sulawesi Selatan? Keberadaan itu selanjutnya coba dihubungkan dengan fenomena kebiasaan membuat foto aesthetic (estetik: Indonesia) yang dilakukan oleh generasi masa kini menggunakan ponsel pintarnya. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan melibatkan 77 orang mahasiswa Program Studi Pendidikan Sendratasik Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar yang sedang menempuh perkuliahan Fotografi sebagai partisipan. Dari 77 karya fotografi selanjutnya dipilih sebanyak 14 foto (20%) untuk dianalisa dengan menggunakan pendekatan analisis formal menggunakan teori estetika, teori penciptaan komposisi fotografi dan komposisi dasar fotografi. Pertimbangan pemilihan foto dilakukan berdasarkan hasil analisa kualitatif oleh peneliti. Foto yang terpilih selanjutnya menjadi materi rujukan dalam foto estetik berlatar nuansa kearifan lokal di masa kini. Hasil penelitian ini menemukan fakta bahwa karya fotografi yang mengusung latar tempat bertulis aksara lontara memiliki ciri khas yang menarik untuk digali dan dikembangkan lebih lanjut. Pakaian sedernana (casual) namun tetap terlihat menarik perhatian ketika dipadankan dengan latar tempat bernuansa aksara lontara ternyata hal ini menunjukkan sebuah perpaduan budaya dengan fashion masa kini yang harmonis. Aksara lontara yang berada di ruang-ruang publik dengan mudah dikenali dan diingat oleh masyarakat sehingga dengan melihat karya fotografi melalui media sosial dengan latar tersebut dapat menarik perhatian sebagai inspirasi dalam membuat foto estetik.Kata kunci: Fotografi, aksara lontara, foto estetik
Copyrights © 2022