Peran masyarakat dan kerjasama dengan aktor-aktor lain merupakan upaya yang dapat menjamin keberlangsungan pengelolaan hutan. Penelitian ini menganalisis peran untuk menentukan kekuasaan dan kepentingan serta mengklasifikasikan kelompok dengan menganalisis kepentingan dan pengaruh, dan menganalisis jaringan aktor dengan menggunakan Analisis Jejaring Sosial (SNA) dengan aplikasi KUMU. PHBM merupakan bentuk kerjasama antara Perum Perhutani dengan masyarakat desa hutan. Perhutani berperan sebagai Key Player dalam program tersebut dengan peran memprakarsai program PHBM yang memiliki kontrol besar atas pengelolaan hutan seperti pengawasan dan perizinan akses hutan, juga Petani Kopi sebagai subyek utama program. Analisis SNA menunjukkan bahwa aktor kunci PHBM adalah LMDH sebagai aktor yang paling banyak berhubungan dengan aktor lain, pusat informasi, perantara informasi, dan juga yang paling dekat dengan aktor lain karena memiliki jalur komunikasi terpendek. Peran dan interaksi LMDH mendukung keberhasilan pengelolaan hutan berbasis masyarakat.
Copyrights © 2022