Dalam suatu proses manufaktur ada beberapa bagian kerja yang menuntut adanya proses inspeksi dan penginputan data inspeksi untuk memastikan produk berkualitas dan diserahkan pada proses selanjutnya. Kebanyakan inspektor tersebut bekerja dengan proses kerja duduk dengan menggunakan komputer dalam jangka waktu yang lama sehingga berpengaruh pada kenyamanan operator tersebut.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa resiko ergonomi yang muncul pada operator inspeksi perusahaan manufaktur di Batam dengan menggunakan metode ROSA dan SNQ (Standard Nordic Questionnaire) yang merupakan metode office ergonomics, dimana cara penilaian metode ini dirancang untuk mengukur resiko cedera pekerja yang berhubungan dengan penggunaan komputer serta menetapkan tingkat tindakan perubahan berdasarkan laporan dari ketidaknyamanan pekerja.Berdasarkan hasil SNQ yang dilakukan terhadap 12 operator inspeksi produk IC (integrated circuit) diperoleh adanya keluhan pada leher, punggung, pinggang dan pantat yang disebabkan oleh posisi kerja pekerja yang lebih sering duduk dan fokus terhadap komputer. Berdasarkan metode ROSA menunjukkan nilai total 7 dimana faktor resiko yang memiliki nilai resiko paling tinggi yaitu pada sandaran punggung, sandaran tangan dan monitor. Pada kursi kerja aktual sandaran punggung kaku dan tidak bisa di disesuaikan dengan kemiringan maksimal dari sandaran punggung adalah 110˚ sesuai untuk mengurangi resiko cedera daerah lumbar.Kata kunci : resiko ergonomi, ROSA, SNQ, operator inspeksi.
Copyrights © 2018