Data hilang seringkali ditemukan pada jenis data dalam jangka waktu yang panjang (runtun waktu), begitupula dengan data curah hujan. Analisis akan sulit dilakukan jika terdapat banyak data hilang dan terletak di pertengahan waktu. Oleh karena itu, kajian ini bertujuan untuk melihat bagaimana hasil estimasi data hilang dengan menggunakan metode di R. Data yang digunakan adalah data curah hujan bulanan tipe monsun, lokal, dan equatorial. Data hilang dilakukan dengan cara simulasi secara acak yang dibagi dalam tiga kategori data hilang, yaitu 5%, 10% dan 17%. Nilai estimasi yang dihasilkan dari metode di R, metode na.StuctTS menghasilkan nilai RMSE terkecil dan korelasi terbesar. Nilai korelasi terbesar, terdapat pada nilai estimasi pada data hilang sebanyak 5% tipe monsun antara 0,78-0,86.
Copyrights © 2018