Penguatan pendidikan karakter menjadi semakin mendesak untuk diterapkan dalam lembaga pendidikan, mengingat krisis moral kini telah melanda dunia pendidikan tak terkecuali lembaga pendidikan Islam. Pondok pesantren Turus sebagai salahsatu pesantren salafiyah tertua di kabupaten Pandeglang memiliki peran penting dalam pembinaan karakter generasi muda masyarakat Pandeglang, sehingga lulusan pondok pesantren Turus banyak yang berhasil menjadi ulama, umara, guru dan dosen. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui penguatan pendidikan karakter yang diterapkan di pondok pesantren Turus serta faktor pendukung dan penghambatnya. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif yaitu untuk mengungkap fakta, data, dan fenomena yang terjadi dilapangan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penguatan karakter di pondok pesantren Turus adalah: 1) Dengan melakukan pembiasaan shalat berjamaah, 2), Pembiasaan kultum ba’da sholat magrib, 3)Pembiasaan melakukan nilai-nilai luhur Islam, 4) Perilaku Kyai sebagai central figure, 5), Mengkaji kitab kuning dan menghafalnya. Adapun faktor pendukung adalah: 1) Sarana prasarana yang memadai, 2) figure kyai yang memberikan teladan, 3) Aturan yang tegas, 4) Pengawasan dari Ustadz/Ustadzah, 5) Adanya sanksi yang tegas. Faktor penghambatny adalah: 1) Ada beberapa santri yang memiliki latarbelakang kurang baik, 2) Santri yang masih perlu beradaptasi dengan lingkungan pesantren. Oleh karena itu perlu dimaksimalkan lagi penguatan pendidikan karakter kepada seluruh elemen yang ada di pondok pesantren agar dapat menciptakan generasi yang selain cerdas juga berkarakter
Copyrights © 2022