Fase masyarakat industri 4.0 dan 5.0 mengandung persaingan yang semakin ketat. Era society digital, supra informasi cepat mendorong terjadinya pola fikir dan tindakan agar memiliki keunggulan kompetitif. FoMO berupa ketakutan perasaan "tertinggal" beraktivitas tertentu, perasaan cemas dan takut melewatkan hal baru. Rasa takut berkaitan pandangan orang lain lebih bahagia, menarik, sukses karena memiliki kehidupan/profesi yang lebih baik. Objek kajian mengantisipasi gejala FoMO terhadap dampak social global melalui subjective well-being dan JoMo. Tujuan untuk mengetahui: 1) dampak terburuk dari FoMO, 2) cara menyembuhkan FoMO, 3) apakah SWB dan JoMO dapat mengantisipasi gejala FoMO?. Menggunakan metode kualitatif pendekatan deskriptif bertujuan untuk mendeskripsikan kondisi yang ada, upaya mendeskripsikan, mencatat, menganalisis dan menginterpretasikan kondisi yang ada. Hasil penelitian: mengetahui gejala dan dampak negatif FoMO diantaranya pada finansial; Mengetahui akibat terburuk dari FoMO diantaranya; Overload informasi, kesehatan mental terganggu, merasa kewalahan, takut, benci pada diri sendiri. Saran yang diberikan dalam mengantisipasi munculnya gejala FoMO melalui SWB dan JoMO fokus pada kelebihan diri sendiri, membatasi pemakaian social media, membangun koneksi, dan mengubah Persepsi.[NN1] [NN1]Abstrak maksimal 170 kata
Copyrights © 2022