Jurnal Sejarah dan Budaya
Vol 16, No 1 (2022): Sejarah dan Budaya: Jurnal Sejarah, Budaya, dan Pengajarannya

AKTIVITAS PELAYARAN DAN PERDAGANGAN DI PELABUHAN SURABAYA TAHUN 1800–1830

Septiawan, Firmanda Dwi (Unknown)
Nainggolan, Julianus Palermo (Unknown)
Pradana, Muhammad Rizky (Unknown)



Article Info

Publish Date
01 Jul 2022

Abstract

Pelabuhan adalah tempat bersandarnya kapal-kapal untuk keperluan pelayaran, militer dan perdagangan. Pelayaran dan perdagangan adalah hal yang paling penting untuk membuka akses suatu daerah bagi daerah lain utamanya dari era peradaban manusia telah dapat menyebrangi kepulauan bahkan hingga kini. Aktivitas pelayaran bangsa Eropa menuju Dunia Baru dilatarbelakangi perlunya mencari tempat perdagangan rempah yang sebelumnya melalui jalur darat telah diblokir oleh Kesultanan Utsmaniyyah. Namun, pada akhir tahun abad XVIII harga rempah di pasaran dunia mengalami penurunan yang drastis. Nusantara—kemudian jadi Hindia Belanda—merupakan salah satu surganya rempah-rempah merasakan dampak dari menurunnya harga rempah. Hindia Belanda makin lama kehilangan superioritasnya dalam pasar rempah dunia. Makalah ini akan menjabarkan dampak penurunan harga rempah dalam skala yang lebih kecil. Akan dijabarkan aktivitas pelayaran dan perdagangan rempah yang ada di Pelabuhan Surabaya tepatnya di Sungai Kalimas pada tahun 1800-1830. Metode penelitian yang digunakan dalam makalah ini adalah metode penelitian historis yang terdiri atas 5 tahap, yaitu pemilihan topik, heuristik, verifikasi, interpretasi dan historiografi. Dari sumber heuristik yang telah dikumpulkan. Terdapat fakta-fakta sejarah yang menyatakan bahwa kapasitas Sungai Kalimas untuk pelabuhan sangat tidak memadai untuk bongkar muat langsung dari kapal berukuran besar. Proses bongkar muat harus dibantu dengan perahu kecil. Meskipun terdapat penurunan harga rempah yang signifikan. Aktivitas di Sungai Kalimas terdampak terlalu jauh. Karena pada akhir abad XIX terhadap wacana gemeente Surabaya untuk membangun pelabuhan baru. Sehingga menurunnya harga rempah tidak berdampak pada penurunan aktivitas Sungai Kalimas. Malah, sebaliknya kapasitas Sungai Kalimas yang kecil, sempit dan dangkal itu. Memunculkan wacana untuk membangun pelabuhan baru yang lebih besar untuk meningkatkan kapasitas bongkar muat kargo ataupun angkutan penumpang. 

Copyrights © 2022