Bawang merah termasuk komoditas hortikultura yang jumlah permintaannya sangat tinggi, karena komoditas tersebut dibutuhkan sebagai salah satu komponen dalam setiap masakan. Kabupaten Sumenep merupakan wilayah yang berpotensi menghasilkan bawang merah, tepatnya di Desa Basoka Kecamatan Rubaru. Namun, dalam dua tahun terakhir produktivitas bawang merah tersebut cenderung menurun. Riset ini dimaksudkan untuk menganalisis input yang berpengaruh terhadap tingkat produksi bawang merah dan mengukur tingkat efisiensi petaninya di Desa Basoka. Metode analisis didekati dengan Fungsi Produksi Stochastic Frontier Translog, terhadap 120 sampel. Hasil riset memberikan gambaran bahwa terdapat tiga jenis input yang dapat berpengaruh terhadap hasil panen budidaya bawang merah yaitu benih, pupuk ZA, dan pupuk kandang. Tingkat efisiensi teknis sangat bervariasi, dimulai dari petani yang sangat tidak efisien dengan tingkat efisiensi sebesar 0,11 sampai dengan petani yang sangat efisiensi, yang tingkat efisiensinya mencapai 0.99. Namun secara keseluruhan sebanyak 63 persen petani bawang merah di Desa Basoka telah mampu berproduksi secara efisien.
Copyrights © 2022