Pandemic covid-19 menyebabkan pembatasan kegiatan masyarakat dan mengindikasikan terjadinya penurunan kegiatan ekonomi karena adanya aturan harus menjaga jarak, mengurangi mobilisasi, dan menghindari kerumuman, yang dikenal sebagai protokol kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh covid-19 terhadap harga beras, nilai tukar petani dan angka kemiskinan perdesaan di Provinsi Jawa Barat, Indonesia. Pengaruh tersebut ditelaah secara deskriptif dengan membandingkan perkembangan variable-variabel tersebut antara periode sebelum dan sesudah pandemik covid-19. Temuan penting penelitian ini menunjukkan bahwa harga beras di tingkat penggilingan pada pandemik covid-19 lebih rendah dibandingkan pada waktu sebelum pandemic. Nilai Tukar Petani (NTP) gabungan juga mengalami penurunan selama periode covid. Akan tetapi khusus NTP tanaman pangan tetap terjaga jika dibandingkan dari masa sebelum pandemik sampai dengan setahun setelah covid masuk ke Indonesia. Hal ini disebabkan karena harga gabah relatif stabil selama periode covid. Namun demikian, angka kemiskinan lebih tinggi pada masa pandemik. Nampaknya pengaruh ini sejalan dengan angka pertumbuhan ekonomi yang mengalami penurunan cukup tinggi selama periode covid. Pemerintah diharapkan dapat menjaga stabilitas harga beras karena memiliki andil dalam menentukan kemiskinan.
Copyrights © 2022