Pergeseran gaya hidup masyarakat menjadi gaya hidup sehat akibat pandemi Covid-19 menyebabkan permintaan sayuran naik. Namun, Sangkuriang Farm sebagai pelaku bisnis dalam industri pertanian mengalami penurunan volume penjualan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi lingkungan eksternal, kondisi lingkungan internal, serta mengetahui alternatif strategi bersaing yang tepat bagi Sangkuriang Farm untuk dapat menanggapi, memulihkan dan memperbaharui strategi perusahaan dalam masa pandemi Covid-19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif melalui pendekatan studi kasus. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah matriks IFE, matriks EFE, matriks SWOT dan QSPM berdasarkan analisis lingkungan internal dan eksternal Sangkuriang Farm. Berdasarkan hasil penelitian berdasarkan matriks IE, strategi yang disarankan bagi Sangkuriang Farm adalah strategi tumbuh serta membangun dengan menerapkan strategi integrasi kedepan, integrasi kebelakang, integrasi horizontal, penetrasi pasar, pengembangan produk serta pengembangan pasar. Berdasarkan hasil QSPM, pada fase respond perusahaan terhadap pandemi, strategi rekomendasi bagi Sangkuriang Farm adalah menjadi vendor pemasok sayuran untuk bantuan sosial pemerintah selama pandemi Covid-19. Pada fase recovery Sangkuriang Farm akibat pandemi Covid-19, strategi rekomendasi bagi Sangkuriang Farm adalah melakukan ekspansi pasar ke supermarket/ritel lain. Pada fase renew pasca-pandemi, strategi rekomendasi bagi Sangkuriang Farm adalah melakukan ekspansi pasar ke segmen hotel, restoran dan kafe (HoReKa).
Copyrights © 2021