Abstrak Penelitan ini bersifat kualitatif fenomonologi dengan menggunakan pendekatan purposive sampling.(Sugiono), dari populasi 19 kecamatan yang ada di Tana Toraja, sebagai sampling 3 kecamatan di Tallulembangna dengan pemerintahan aluk dan adat monarkhi, 2 kecamatan di pemerintahan aluk dan adat demokrasi terpimpin dan untuk populasi pada pemerintahan aluk dan adat liberal di 2 kecamatan Toraja Utara dengan sampling 6 kecamatan. Secara purposive ada 9 orang tua-tua aluk dan adat yang mengetahui persis acara rambu tuka ini yang merupakan bagian dari kehidupan pembangunan aluk dan adat. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebiasaan resiprositas di dalam diri dan kehidupan masyarakat Toraja merupakan kekuatan yang mempersatukan tali persaudaraan dan persekutuan yang sifatnya warisan turunan, seperti Tradisi pesta Rambu Tuka dan Tradisi upacara Rambu Solo dalam tongkonan sebagai bentuk pola “KaboroKamali” orang Toraja yang dikemas dalam bentuk resiprositasAluk dan Adat,sebagai faktor pendukung pembangunan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bahwa ekonomi resiprositas Adat dan Aluk orang Toraja merupakan kekuatan ekonomi utama sebagai dasar landasan dan modal sosial di dalam tongkonan, dalam membangun kampung yang damai dan sejahtera.Manfaat dari penelitian ini adalah adanya perubahan pola pikir dan pola perilaku orang Toraja dimnan budaya Aluk dan Adat disatu sisi sebagai pijakan namun disisi lain sebagai modal sosial yang tidak ternilai dan berkelanjutan turun temurun. Kata Kunci: Prospek Resiprositas, Pesta Rambu, Masyarakat Toraja
Copyrights © 2022