Latar Belakang : Nyeri punggung bawah (NPB) merupakan masalah kesehatan dunia yang sangat umum, yang menyebabkan pembatasan aktivitas dan juga ketidakhadiran kerja. Nyeri punggung bawah memang tidak menyebabkan kematian, namun menyebabkan individu yang mengalaminya menjadi tidak produktif sehingga akan menyebabkan beban ekonomi yang sangat besar baik bagi individu, keluarga, masyarakat, maupun pemerintah. Tujuan : Untuk mengtahui apakah ada huungan antara posisi belajar dan lama duduk dengan disabilitas akibat nyeri punggung bawah pada mhasiswa FK Universitas Sumatera Utara pada tahun 2020. Metode : Penelitian ini bersifat analitik dengan pendekatan cross-sectional yang akan dilakukan dengan menggunakan data primer dari kuesioner menggunakan teknik simple random sampling pada mahasiswa FK Universitas Sumatera Utara. Hasil : Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara posisi belajar dengan disabilitas akibat nyeri punggung bawah (p=0,465) (p≤0,05) dan tidak terdapat juga hubungan yang signifikan antara lama duduk dengan disabilitas akibat nyeri punggung bawah (p=0,159) (p≤0,05). Kesimpulan : Posisi belajar dan lama duduk tidak memiliki hubungan dengan disabilitas akibat nyeri punggung bawah.
Copyrights © 2022