Polisi merupakan profesi yang mempunyai resiko tinggi terjadinya gangguan pendengaran akibat paparan bising senjata api, baik itu senjata api kaliber besar maupun kaliber kecil. Faktor resiko meningkat disebabkan karena saat melakukan aktifitas latihan menembak para anggota polisi tidak menggunakan alat pelindung telinga. Gejala yang ditimbulkan akibat paparan bising senjata api berupa gangguan pendengaran yang disertai dengan tinitus. Mengetahui hubungan paparan bising senjata api pada saat latihan menembak dengan kerjadian tinitus pada civitas akademik di SPN Belanting Lombok Timur. Penelitian menggunakan metode analitik observasional dengan desain studi cross sectional. Variabel independen dalam penelitian ini adalah paparan bising senjata api sedangkan variabel dependennya adalah tinitus. Populasi dalam penelitian ini seluruh orang yang berada dalam kawasan SPN Belanting sebanyak 330 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Sampel dalam penelitan ini berjumlah 80 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Dalam penelitian ini digunakan uji statistik koefesien kontingensi. Hasil koefesien kontingensi diperoleh p value = 0,000 (p value ≤ α=0,05), menunjukan hasil H1 diterima dan rasio prevalensi sebesar 11,7. Ada hubungan paparan bising senjata api pada saat latihan menembak dengan kejadian tinitus pada civitas akademik di SPN Belanting Lombok Timur.
Copyrights © 2016