Karya seni media baru di Indonesia memberikan variasi pada seni kontemporer. Pada awalnya karya seni media baru sering digunakan sebagai kritik terhadap teknologi itu sendiri. Sebagai seniman media baru Krisna Murti juga sering menggunakan karyanya untuk menggambarkan ketegangan yang terjadi antara modernitas dan tradisi khususnya yang dihasilkan oleh kemajuan teknologi. Wayang Machine (2002) merupakan salah satu karya Krisna Murti yang sangat kental akan representasi budaya lokal khususnya wayang. Karya tulis ini mencoba untuk menganalisa seni media baru khususnya Wayang Machine menggunakan dua teori. Teori Bahasa Rupa Primadi Tabrani yang berasal dari Indonesia dan Teori Semiotika milik Roland Barthes. Dari hasi analisa ditemukan bahwa teori Bahasa Rupa dan Semiotika dapat saling menguatkan pemaknaan sebuah karya seni. Bahasa Rupa mampu membahas secara detail pembacaan makna gerak, tokoh dan pendukung khas Indonesia. Sedangkan semiotika memberikan pemaknaan konteks konotatif yang lebih mendalam.
Copyrights © 2022