Efikasi diri adalah keyakinan individu dalam kemampuannya untuk menyelesaikan kegiatan yang menghasilkan sesuatu yang bermakna. Efikasi diri diperlukan oleh pasien gagal ginjal kronik yang menjalani hemodialisis untuk dapat melakukan manajemen diri yang baik. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain penelitian deskriptif. Jumlah sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 73 orang yaitu pasien gagal ginjal kronis yang sedang menjalani hemodialisis. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling. Instrumen pengambilan data menggunakan lembar kuesioner Cronic Kidney Disease Self Efficacy (CKD-SE). Hasil penelitian menunjukan karakteristik responden memiliki rentang usia terbanyak adalah 46-55 tahun (34,24%) , jenis kelamin terbanyak adalah laki-laki (52,05%), pendidikan terbanyak adalah SMA (45,20%), hampir sebagian besar responden tidak bekerja (46,57%), lama penyakit diderita responden paling banyak ≥12 bulan (82,19%), dengan lama hemodialisis terbanyak 12 bulan (82,19%), dan etiologi gagal ginjal kronik terbanyak disebabkan hipertensi (39,72%). Gambaran efikasi diri pada pasien gagal ginjal kronis yang sedang menjalani hemodialisis dikategorikan tinggi ialah nilai mean 2,88 dengan + 0,02 yaitu sebanyak 41 orang (56,16%). Sub variabel efikasi diri paling tinggi adalah sub variabel otonomi yaitu mean 2,98 dengan + 0,098. Dengan mengetahui efikasi diri dapat memudahkan perawat dalam melakukan edukasi untuk meningkatkan manajemen diri yang baik pada pasien.Kata kunci: Efikasi Diri, Gagal ginjal kronik, Hemodialisis.
Copyrights © 2022