Daging babi adalah salah satu produk hasil ternak yang mempunyai permintaan sangat tinggi di Bali. Ternak babi selain memberikan keuntungan atau dampak positif secara sosial dan ekonomi untuk peningkatan pendapatan masyarakat, ternyata juga menimbulkan beberapa dampak lingkungan bagi warga disekitar yang berdekatan dengan peternak babi. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak sosial ekonomi dan lingkungan dengan adanya peternakan babi di Desa Penebel, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan. Pemilihan lokasi ini ditentukan secara purposive sampling dengan teknik penentuan sampel secara sengaja atau dengan pertimbangan tertentu, dimana pertimbangannya yaitu masyarakat yang bertempat tinggal dekat dengan usaha peternakan babi. Populasi dalam penelitian ini yaitu masyarakat tidak menjadi peternak babi yang bertempat tinggal di dekat usaha peternakan babi. Pengambilan sampel menggunakan teknik quota sampling dengan jumlah responden 38 orang. Analisis data menggunakan metode deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan peternak babi di Desa Penebel, Kecamatan Penebel, Tabanan berdampak pada aspek sosial , ekonomi dan lingkungan bagi masyarakat sekitar. Aspek sosial meliputi hubungan interaksi masyarakat sekitar dengan peternak babi untuk ikut belajar beternak babi serta termotivasi untuk ikut beternak, dan selain itu masyarakat sekitar sering membeli langsung daging babi kepeternak untuk upacara agama maupun upacara adat. Dari aspek ekonomi masyarakat memperoleh harga yang lebih murah saat membeli daging babi, ataupun babi guling dari pada membeli di pasar, serta adanya lapangan pekerjaan untuk bekerja di peternakan babi. Dampak lingkungan memberikan dampak yang kurang bagus karena limbah dibuang kesungai sehingga diperlukan solusi untuk pembuangan limbah kotoran babi.
Copyrights © 2022