Potensi masakan lokal dapat menjadi sebuah jalan atau jawaban untuk memulai atau membuka upaya pembangunan kepariwisataan di Kabupaten Simalungun melalui pengembangan dan pemasaran produk kue tradisional Dolung-dolung dan selanjutnya di buat model pengembangan produk yang tepat dan menyesuaikan dengan potensi dan kekuatan yang dimiliki kanupaten Simalungun.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Bagaimana Strategi pengembangan pemasaran kue tradisional Dolung-dolung sebagai makanan Oleh-oleh Kabupaten Simalungun. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang terfokus pada upaya penguraian dan penyimpulan yang bersifat holistik dengan rangkaian data/fakta dan generalisasi yang ada dilapangan yaitu fokus pada strategi pemasaran dalam usaha. di mana penentuan strategi ini diambil melalui 12 tindakan yaitu integrasi ke depan integrasi ke belakang integrasi horizontal, penetrasi pasar, pengembangan produk, pengembangan pasar, diversifikasi konsentrik diversifikasi konglomerat diversifikasi horizontal, retrectmen, divestasi dan likuidasi. Hasil dari penelitian ini adalah para pelaku usaha tradisional dolung-dolung harus mampu menyusun strategi pemasaran sesuai kondisi lingkungan sekitar agar dapat tercapai usaha yang tumbuh dan berkembang. Strategi yang dapat diterapkan pada posisi tumbuh dan berkembang adalah untuk mencapai pertumbuhan baik dalam penjualan, aset dan keuntungan strategi yang sesuai untuk diterapkan adalah strategi intensif. Karena wisatawan yang membeli makanan tradisional lebih melihat dari faktor Tempat Pengolahan, Citra Penjual dan Kualitas makanan.
Copyrights © 2022