Pada Rencana Pembangunan JangkaMenengah Nasional (RPJMN) 2014-2019, pengembanganScience Tehno Parktelahditetapkanakandibangunsebanyak 100 Science Techno Park di seluruh Indonesia. Pengembangan STP sendirimasukdalamvisimisiPresiden RI dalam Nawa Cita ke-6 (meningkatkanproduktivitasrakyat dan dayasaing di pasar internasionalsehinggabangsa Indonesia bisamaju dan bangkitbersamabangsa-bangsa Asia lainnya), yaitudengancarapembangunan STP di daerah-daerahtertentudengansarana-prasaranateknologiterkini. Hal inidikarenakan STP dinilaidapatmendoronghasilriset dan teknologidarilembagariset dan pengembangan (risbang) dan perguruan-perguruantinggidapatdimanfaatkan oleh masyarakatataupun dunia industri. Perkembangan STP sendiritelahdidukung oleh pemerintahsejaktahun 2002, denganadanyadukunganinibaikpemerintahmaupunpihakswastadapatterdoronguntukmelakukanpengembangansarana-prasaranadalambidangilmupengetahuan dan teknologi (Wibowo).Sebagai salah satuPerguruan Tinggi Negeri di Indonesia, Universitas Diponegorosendirimemilikisebuah STP dengannamaMarine Science Techno Park (MSTP) UNDIP yang berlokasi di TelukAwur, Jepara. Sesuainamanya, MSTP UNDIP bergerak pada bidangPerikanan dan IlmuKelautan. Saatini STP milik Universitas Diponegorosedanggiat-giatnyamelakukanpembudidayaanudangdenganjenisudangvaname (Litopeneaeusvannamei). Dalamkutipan yang diambildari website Universitas Diponegoro(Undip, 2021),MSTP UNDIP sendiridapatmemanen 7 Ton dalam 8 tambakudangvaname. Makadariitu, adanyaproduktifitasdari STP milik Universitas Undipinidiperlukanperencanaan dan perancangan MSTP UNDIP di TelukAwur, Jepara, Jawa Tengah, berupapembaharuanbangunangedung dan pembangunangedunglainnya yang dapatmengelolahasilpanendarikemajuanteknologi dan ilmupengetahuan MSTP UNDIP sendiri. Perencanaaninisendirinantinyadapatmempertemukanbidangakademis, bisnis, ilmupengetahuan, dan peranpemerintah demi mempercepatperekonomiandalambidangIptekPerikanan dan IlmuKelautan.
Copyrights © 2022