KecepatanlayanandankebebasandarikonflikmenjadikunciperformabangunanPelabuhan ASDP KetapangBanyuwangi yang melayanibongkarmuatkendaraandenganfrekuensipelayanan yang tinggi. Namunrealitanya, terdapatsistemsirkulasi yang belum optimal (Azizah, 2021) padabangunaneksisting, yaitujaraktempuhpejalan kaki yang terlalujauhdanpotensikemacetan. Klasifikasipelabuhandaripihak yang dilayani, yaitumelayanipenumpangdankendaraansecarabersamaanmenyebabkanditemukannyakonflik di ruangsirkulasi. KeduapoinkeadaaneksistingtersebuttidaksesuaidengankualitaskinerjapelabuhanferisesuaiThe World Ports Sustainability Program (WPSP) yaitumemilikilayanan yang inklusif. Bangunanpublik di Indonesia jugadiharuskanuntukmemilikilayanan yang memadaidaninklusifuntukmewujudkankesetaraanhakdankewajibanpenggunanyatermasukpenyandangcacatdanlansia (PeraturanMenteriPekerjaanUmumNomor 30 Tahun 2006 TentangPedomanTeknisFasilitas Dan AksesibilitasPadaBangunanGedung Dan Lingkungan). Agar tidakmengesampingkankebutuhanlayananuntukpejalan kaki sebagaikelompokpengguna, makadiperlukanpemetaansirkulasipenggunapejalan kaki yang baik. Di sisi lain, Pelabuhan ASDP Ketapangmemilikidermaga-dermaga yang tersebarkarenadiperlukanruanggerakkapal yang cukupsertabentuklahan yang memanjang. Hal inimenjadikanperlunyapenataanulangfasilitas. Penataanulangfasilitasinitentujugaperlumempertimbangkanadanyakebutuhanlahanuntuksirkulasikendaraan.
Copyrights © 2022