Semakindikembangkannya Bandara Ahmad Yaniini, makasudahdiprediksibahwafrekuensipenerbangan dan pengunjungsertaaktivitasbandaraseperti, keberangkatan dan kedatanganpesawat, pergantianrute dan transit pesawatakanterusmeningkat. Berfokus pada transit, biasanyaaktivitaspenumpanguntukmenunggupergantianrutepenerbanganataupengisianbahanbakarselama 1-4 jam (Ilvander, 2019). Tidakmenutupkemungkinanwaktupenundaanakanlebih lama, bahkanbisamencapaiduahariapabilapesawatmengalamikerusakan. Keterlambatanpenerbanganseringkalimembuatpenumpangmenunggu lama dan merasalelah (Hapsari, 2020). Apalagibagimereka yang melakukanperjalanandinasatauterlambat, tentunya sangat membutuhkantempatistirahatdenganprivasi dan keamanan yang tinggi (Hapsari, 2020). Bersumberdarihaltersebut, dibutuhkannya hotel transit yang merupakanpenginapanberjangkapendek. Hal lain yang mendasaridibutuhkannya hotel transit di sekitarbandaraadalah, ketikapenumpang yang datangketikamalamhariataupenumpang yang mengambil jam terbang awalmengharuskanmerekauntuktinggalsementara di dekatbandaraatau hotel transit karenahari yang sudahterlalumalamataumengharuskanmerekasampai di bandara pada pagibuta (Ilvander, 2019). Perencanaan hotel transit yang berbasis TOD (Transit Oriented Development) juga mendukungrencanapemerintahmemperluasakses terminal penumpangbaru di Bandara Ahmad Yani Semarang. Pengembangan TOD sebagaisaranauntukmempromosikanpertumbuhan yang cerdas (Cervero, 2004).
Copyrights © 2022