Di zaman sekarangbusanabukanlagisebatas “kebutuhan primer”. Tetapisudahmenjadibagiangayahidupseseorang. Menurut data BPS, Industri fashion terusmengalamiperkembangan di mana sektorekonomikreatifmenyumbang 7,38% terhadap total perekonomiannasional dan 18,15% merupakansektor fashion. Di era globalisasikebutuhanmanusiaakan beauty semakinberkembang. KhususnyasegmenKosmetik dan PerawatanKulit, yang menjadi salah satu pasar denganpertumbuhantercepat di Indonesia. Beberapatahuninimakinbanyakprodukkosmetikdari brand lokal yang bermunculan. Tidakhanya make up, rangkaian skin care lokal yang fokuskepadaperawatankulit pun takmaukalahbersaingdengan brand-brand luar negeri. Bahkan, sebagianbesarkonsumen Indonesia masihtetapmemilihproduk skincare lokal. Semarang sebagaiibukotaJawa Tengah memilikipotensisebagaipusatindustri fashion dan kecantikankarenamemilikiberbagaimacamkegiatan mode (fashion) dan kecantikan yang diadakansecaratahunan. Di Semarang belummemilikiwadah yang berfungsiuntukmewadahikegiatankomunitas yang bergelutdibidang beauty dan fashion (pendidikan, event, informasi, komunikasi, promosi, transaksi), yang memilikigayaarsitektur yang khas dan kekiniansertameresponkondisicuaca dan iklimtropis yang ada di Indonesia. Dibutuhkanadanyasuatufasilitasseperti retail busana, tempatmenikmatiperawatankecantikan dan memperindahpenampilan, sertapusat event busana dan kecantikanberupa Beauty and Fasion Centre. Untukmenunjangkeberadaan Fashion and Beauty Centre di Semarang, perluadanyapenampilanbangunan yang mampumenarikpengunjung. DenganmenggunakanPendekatanArsitekturKontemporer.
Copyrights © 2022