Aedes aegypti merupakan vektor epidemik utama dan menyebabkan demam berdarah dengue (DBD). Upaya untuk mengendalikan pemberantasan sarang nyamuk yaitu dengan penggunaan insektisida. Oleh karena itu, diperlukan bahan hayati sebagai larvasida yaitu bunga jantan keluwih (Artocarpus camasi). Bunga jantan keluwih mengandung flavonoid, saponin, polifenol, tanin dan tanin yang dapat berperan sebagai racun pernapasan. Penelitian ini bertujuan mengetahui konsentrasi optimum ekstrak bunga jantan keluwih sebagai larvasida Aedes aegypti instar III. Populasi adalah larva instar III dengan jumlah sampel sebanyak 500 ekor. Metode penelitian eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 kelompok perlakuan yang tiap kelompok berisi 25 larva Aedes aegypty instar III dan 4 kali pengulangan dengan konsentrasi 0%; 0,5%; 0,75%; 1% dan 1% kontrol positif (abate). Data yang didapatkan di uji menggunakakan uji one way anova dan uji Post Hoc Tests Tukey Ba untuk mengetahui perbedaan pada setiap konsentrasi. Hasil penelitian pada konsentrasi 0%; 0,5%; 0,75%, 1% dan 1% (kontrol positif) kematian larva uji mencapai 0%; 48%; 77% dan 100%. Didapatkan pada uji one way anova bahwa terdapat perbedaan 0,00 < 0,05. Pada LC50 bahwa menunjukan 5248,07 ppm (0,525%) terdapat kematian larva sebesar persentase 50%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa ekstrak bunga jantan keluwih mempunyai efektivitas larvasida terhadap larva Aedes aegypti.
Copyrights © 2022