Dimasa tua akan terjadi kemunduran fisik,mental,sosial ekonomi yang akan berdampak pada psikososial, salah satunya adalah penurunan harga diri lansia. Dukungan dari pasangan, sangat berpengaruh pada kualitas hidup Lansia. Penelitian ini bertujuan untuk melihat hubungan antara keberadaan pasangan hidup dengan harga diri pada lansia. Penelitian ini merupakan teknik studi perbandingan (comparative study) dengan pendekatan Cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner. Jumlah responden sebanyak 60 dengan teknik purposive sampling Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner harga diri yang dikembangkan oleh Ronsenberg (1995) yaitu Rosenberg Self Esteem Scale. Hasil analisis menunjukan bahwa dari 60 lansia, yang memiliki pasangan memiliki nilai rata-rata tingkat harga diri tinggi yaitu sebesar 97,3,% ( 29 orang), dan lansia yang tidak memiliki pasangan memiliki harga diri tinggi yaitu sebesar 40,5% ( 10 orang). Hasil analisis uji Mann-Whitney didapatkan nilai pvalue=0,000. Terdapat perbedaan yang bermakna antara tingkat harga diri lansia yang memiliki pasangan dan tidak memiliki pasangan. Rekomendasi : Membuat Program Pendampingan dan dukungan kepada lansia, yang diselenggarakan institusi Pendidikan dan Masyarakat.
Copyrights © 2022