Sumarah memiliki konsep ajaran Ciptabirawa Ing Diri atau jika diterjemahkan tidak mengedepankan nafsu dunia. Konsep ajaran ini yang menjadikan para penghayat Kepercayaan Sumarah dapat hidup berdampingan tanpa berselisih dengan masyarakat yang memiliki kepercayaan berbeda dengan mereka. Hal inilah yang menjadi proses multikulturalitas yang terjadi antara penghayat kepercayaan Sumarah dengan pemeluk agama atau kepercayaan lain. Dalam karya produksi ini penulis menerapkan jurnalisme multikultural. Jurnalisme multikultural memiliki peranan menghasilkan produk pemberitaan yang bersifat damai tanpa menyinggung sensitifitas multikultural sehingga mendorong masyarakat yang harmonis. Dalam karya ini penerapan jurnalisme multikultural terdapat pada visual-visual yang mewakili simbol-simbol multikultural, seperti kerukunan masyarakat sekitar Pendopo Agung Sumarah dengan Penghayat Sumarah. Hasil penciptaan karya produksi berupa sebuah dokumenter televisi dengan menerapkan jurnalisme multikultural dan diharapkan sebagai program dokumenter televisi yang bernilai edukatif, informatif dan inspiratif. Dokumenter ini juga diharapkan dapat menjadi karya kemanusiaan untuk mengajak audience menghargai dan menghormati setiap perbedaan yang ada dalam masyarakat, termasuk perbedaan kepercayaan atau beragama.
Copyrights © 2022