Latar Belakang: Kecemasan merupakan gangguan psikis yang paling sering dijumpai pada anak yang di hospitalisasi. Kecemasan yang tidak tertangani pada anak dapat memberikan dampak negative seperti anak ketakutan, ketidaknyamanan, tidak berpartisipasi dalam perawatan mengurangi perasaan kesejahteraan, perawatan lama yang berujung pada kondisi psikis dan fisiologis yang buruk. Salah satu intervensi yang direkomendasikan untuk mengatasi kecemasan pada anak adalah dengan terapi bermain. Tujuan: Mengkaji tentang pengaruh terapi bermain terhadap penurunan kecemasan pada anak yang di hospitalisasi berdasarkan penelusuran pustaka. Metode: Jenis penelitian ini adalah literatur review. Pemilihan artikel dilakukan dengan menggunakan tiga database yaitu Pubmed, Garuda dan Google Scholar. Artikel yang layak dijadikan pustaka di peroleh dengan menggunakan kata kunci kemudian dilakukan pengecekan adanya duplikasi antara kedua database tersebut. dan diseleksi melalui Alur. Kriteria inklusi literatur adalah artikel hasil penelitian dengan metode Quasi eksperimen dan Randomized Control Trial (RCT), tersedia dalam bentuk full text, serta dipublikasi pada periode 10 tahun terakhir. Artikel penelitian juga menggunakan subjek usia anak prasekolah (3-6 tahun) yang mengalami kecemasan akibat hospitalisasi. Hasil: Sebanyak 26 artikel lolos dalam seleksi. Artikel tersebut menggunakan berbagai jenis permainan dan metode pengukuran kecemasan yang berbeda-beda. Seluruh hasil penelitian tersebut melaporkan bahwa terapi bermain secara signifikan efektif menurunkan kecemasan pada anak. Kesimpulan: terapi bermain yang dilakukan dengan berbagai metode seperti puzzle, clay, origami, story telling, mewarnai, boneka, ular tangga, biblioterapi, video, congklak dan permainan yang disukai anak lainnya terbukti efektif untuk menurunkan kecemasan pada anak prasekolah.
Copyrights © 2022