Pemerintah telah menyadari adanya persaingan antar perusahaan Badan Usaha Milik Negera (BUMN) produsen pupuk yang menyebabkan nilai perusahaan menjadi tidak optimal. Sebagai solusinya pemerintah mengambil langkah pembentukan holding company. Tujuan pembentukan holding company diharapkan dapat menghasilkan penciptaan nilai (value creation), efisiensi, dan menambah kapasitas perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi perusahaan setelah menjadi holding company, efisien atau tidak melalui uji analisis efisiensi. Metode dalam uji analisa ini adalah kuantitatif statistika non parametrik dengan model Data Envelopment Analysis( DEA). Sumber data laporan keuangan perusahaan yang dijadikan variabel adalah; aset, beban pembiayaan, penerimaan penjualan dan laba perusahaan yang diolah menggunakan software Banxia Frontier Analyst. Hasil uji analisa menunjukan bahwa nilai perhitungan efisiensi PT Pupuk Indonesia dari tahun 2016 sampai tahun 2020 mencapai angka 100 persen atau dinyatakan efisien. Walaupun nilai aset, beban pembiayaan, penerimaan penjualan dan laba perusahaan setiap tahun berubah, tetapi kondisi perusahan setelah menjadi holding company secara angka memang lebih efisien. Hal ini membuktikan bahwa salah satu tujuan pemerintah membuat perusahaan BUMN holding company khususnya sektor pupuk adalah agar perusahaan-perusahan produsen pupuk lebih efisien jika disatukan dalam perusahaan induk.
Copyrights © 2022