Setiap ajaran baru pengurus Pondok Pesantren Syarifuddin Lumajang selalu menemukan problem santri tidak kerasan nyantri karena dipaksa nyantri oleh orang tuanya dari 150 santri baru sekitar 50 santri yang nyantri dipaksa oleh orang tuanya, Jadi ini salah satu alasan pentingnya problem ini diangkat oleh peneliti. Peneliti ingin mengetahui strategi para ustadz dan pengurus ponpes kyai syarifuddin yang dilakukan kepada santri baru nyantri karena paksaan orang tua. Melihat permasalahan tersebut peneliti berencana akan melakukan konseling dengan menggunakan terapi realitas. Fokus penelitian adalah 1. Bagaimana penerapan terapi realitas dalam program Wajib Nyantri di Pesantren Syarifuddin? 2. Bagaimana kondisi sebelum dan sesudah terapi realitas pada santri di program Wajib Nyantri di Pesantren Syarifuddin? Tujuan dari peneliti ini adalah sebagai berikut Untuk mengetahui proses Terapi Realitas di Pondok Pesantren (Studi Fenomenologi Santri yang Kurang Percaya Diri di Pesantren Syarifuddin). Penelitian ini menggunakan kualitatif dengan menggunakan metodologi fenomenologi. Penelitian semacam ini terfokus pada cara bagaimana kita mempersepsi realitas yang tampak melalui pengalaman atau kesadaran. Hasil pelaksanaan bimbingan konseling dengan terapi realitas dalam meningkatkan rasa percaya diri pada anak yang dipaksa mondok dikatagorikan cukup berhasil. Dalam hal ini dapat dilihat pada perubahan yang terjadi pada konseli yaitu konseli pulang dari pondok karena tidak kerasan saat ini konseli sudah kembali ke pondok setelah dilakukan proses konseling.
Copyrights © 2022