Tingkat capaian maturitas Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) Pemerintah Daerah Buton Utara sejak tahun 2016 sampai dengan tahun 2019 sangat rendah yaitu pada level rintisan. Untuk memperkuat dan menunjang efektivitas SPIP dilakukan prosedur pengawasan intern atas penyelenggaraan tugas dan fungsi, akuntabilitas kinerja dan keuangan oleh APIP termasuk di dalamnya adalah Inspektorat Kabupaten Buton Utara. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi SPIP secara internal pada Inspektorat Kabupaten Buton Utara dalam mewujudkan good governance dan mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi rendahnya capaian tingkat maturitas SPIP. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data yang digunakan adalah data primer, yang diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi dan studi dokumentasi. Serta data sekunder berupa dokumen-dokumen terkait dengan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum penerapan SPIP pada Inspektotrat kabupaten Buton Utara telah cukup baik. Kelemahan mendasar adalah belum diterapkannya prosedur audit kinerja, minimnya kuantitas auditor, standar kompetensi jabatan belum ditetapkan serta sanksi atas pelanggaran kode etik dan perilaku belum diterapkan secara konsisten. Disamping itu secara efektivitas terapan SPIP sangat dipengaruhi oleh komitmen Kepala Daerah serta regulasi pendukung yang mengatur tentang sistem reward dan punishment atas implementasi SPIP secara nasional.
Copyrights © 2022