Penelitian ini merupakan penelitian studi kasus dengan menggunakan pendekatan kualitatif subjek penelitian ini yaitu anak yang berusia 6 tahun yang terdampak perceraian orang tua. Pengumpulan data menggunakan metode observasi dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akibat perceraian kedua orang tua (broken home) yang dialami Fatih, berdampak pada tumbuh dan kembang khususnya perkembangan emosional Fatih sendiri. Fatih merasa dengan kondisi kedua orang tuanya yang tidak lagi bersama dia kurang mendapatkan perhatian dan kasih sayang dari orang tuanya. Sehingga seringkali mencari perhatian dengan orang lain. Fatih menunjukan perilaku dan emosi yang berlebihan untuk anak seusianya, hal ini membuat perkembangan emosi anak menjadi tidak stabil dan sulit di kendalikan.Jadi berdasarkan penelitian ini keluarga adalah lingkungan utama dan yang paling penting dalam pembentukan seorang anak.Keluarga yang harmonis sangat diharapkan anak-anak.terjadinya broken home mengakibatkan tidak terpenuhinya kebutuhan anak, terutama perhatian dan kasih sayang yang seharusnya di dapatkan dari kedua orang tunya.
Copyrights © 2022