Penelitian ini dilatarbelakangi oleh strategi pembelajaran yang masih belum bervariasi. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya siswa yang kurang aktif selama mengikuti proses pembelajaran serta kurangnya pemahaman siswa pada pokok bahasan materi yang disampaikan oleh guru. Guru sebatas menggunakan strategi pembelajaran melalui penyampaian dengan menggunakan konsep materi yang terlalu banyak, sehingga mengakibatkan rendahnya hasil belajar siswa. Tujuan yang ingin dicapai pada penelitian ini untuk mengetahui aktivitas guru, aktivitas siswa dan hasil belajar siswa pada materi kenampakan alam dan pemanfaatannya. Penelitian ini termasuk jenis penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan deskriptif. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi dan tes. Berdasarkan hasil analisis data penelitian, diketahui bahwa aktivitas guru memperoleh skor rerata sebesar 35 dengan hasil nilai 87,5 persen sedangkan pada aktivitas siswa memperoleh skor rerata sebesar 34 dengan hasil nilai 85 persen dengan kriteria penilaian sangat baik. Hasil belajar siswa dengan kategori tuntas sebanyak 32 siswa dengan nilai 80-90 dengan persentase 90,25 persen sedangkan hasil belajar siswa dalam kategori tidak tuntas sebanyak 8 siswa dengan nilai 60-70 dengan persentase 20,15 persen. Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa aktivitas guru dan siswa dalam implementasi strategi pembelajaran critical incident sangat baik dan memberikan ketuntasan hasil belajar siswa kelas IV SDN Menanggal 601 Surabaya khususnya pada materi kenampakan alam (dataran tinggi, dataran rendah, pantai) dan pemanfaatannya.
Copyrights © 2022