Latar Belakang: Ibu hamil yang mengalami mual muntah memiliki risiko terjadi terus-menerus dan mengganggu keseimbangan gizi, cairan, dan elektrolit tubuh. Ibu hamil yang mengalami emesis gravidarum yang berkelanjutan dapat terkena dehidrasi sehingga akan menimbulkan gangguan pada kehamilannya dengan melalui tindakan nonfarmakologi yang sering disarankan oleh tenaga kesehatan seperti menganjurkan ibu hamil untuk mengkonsumsi jeruk purut dan rebusan air jahe yang diyakini dapat mengurangi frekuensi mual muntah pada ibu hamil. Tujuan dalam penelitian untuk mengatahui pengaruh pemberian terapi jeruk purut dan rebusan air jahe terhadap frekuensi mual muntah pada ibu hamil. Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah desain Two Group Pretest-Posttest. Desain penelitian eksperimen. Sampel penelitian ini adalah sebagian ibu hamil yang ada di wilayah kerja Puskesmas Libureng dan Puskesmas Palakka Kahu Kabupaten Bone yaitu sebanyak 30 orang dengan menggunakan teknik pengambilan sampel secara Purposive Sampling. Analisis data univariat dan uji independent sampel T-test, dengan SPSS 20.0 Hasil: Rata-rata frekuensi mual muntah 4,27 kali. Sedangkan setelah diberikan jeruk purut, rata-rata frekuensi mual muntah 2,33 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan rebusan air jahe, rata-rata frekuensi mual muntah 4,67 kali. Sedangkan setelah diberikan rebusan air jahe, rata-rata frekuensi mual muntah 1,93 kali. Kesimpulan: Pemberian rebusan air jahe lebih berpengaruh terhadap mual muntah pada ibu hamil dibandingkan pemberian terapi jeruk purut.
Copyrights © 2022