Sejak adanya Layanan Pengadaan Barang/Jasa Secara Elektronik Kota Pontianak pada tahun 2010 seharusnya sudah dilakukan 100% pengadaan barang/jasa pemerintah melalui layanan tersebut pada tahun 2013, sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2013. Namun, masih ada 31 paket lelang yang dilakukan tanpa melalui layanan pengadaan tersebut. Selain itu, jumlah penyedia barang/jasa yang mengalami peningkatan tiap tahun, tidak berimbang dengan jumlah penyedia yang lolos tahap evaluasi lelang. Penulisan skripsi ini dimaksudkan untuk menganalisis kegiatan dan keluaran/hasil segera Layanan Pengadaan Secara Elektronik di Kota Pontianak dalam kurun waktu 2012-2014.Penelitian yang menggunakan teori evaluasi proses restrospektif Dunn, dengan metode penelitian deskriptif kualitatif, menyoroti permasalahan tersebut pada dua hal, yakni kegiatan dan keluaran/hasil segera. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, kegiatan yang dilakukan Layanan Pengadaan Secara Elektronik Kota Pontianak tahun 2012-2014 sudah baik, hanya saja masih terkendala dengan jaringan internet dan pemahaman penyedia. Tujuan kebijakan Layanan Pengadaan Barang/Jasa Secara Elektronik pun menunjukkan hal positif. Terutama dari sisi transparansi, efisiensi, monitoring dan audit, dan kebutuhan informasi yang real time dibandingkan lelang secara manual. Untuk meningkatkan pelayanan yang ada, penulis mengajukan beberapa saran, antara lain, peningkatan server, jaringan, dan aplikasi SPSE; sosialisasi kepada peserta UKM (Usaha Kecil Menengah) agar terjadi peningkatan peserta lelang, dan menambah kompetensi sumber daya manusia supaya tidak terjadi kekurangan staf pengajar dalam pemberian pelatihan; mengkampanyekan pentingnya menjaga kerahasiaan user ID dan password penyedia barang/jasa; membuat sistem reward dan punishment yang jelas untuk SKPD yang mencapai target pengadaan.Kata-kata kunci: evaluasi, layanan pengadaan barang/jasa, elektronik, kegiatan, keluaran
Copyrights © 2022