Masalah gangguan gizi di Indonesia merupakan masalah yang cukup berat. Kasus gizi buruk dinyatakan sebagai penyebab kematian 3,5 juta balita. Data nasional menunjukkan sekitar 4 juta jiwa mengalami gizi buruk dan 700 ribu diantaranya meninggal dunia. di Riau dari 567.544 balita yang ditimbang, ditemui sebanyak 25 % mengalami gizi buruk dan sekitar 14,4% mengalami gizi kurang. Tujuan penelitian ini mengetahui apakah ada hubungan antara jarak anak dan tingkat ekonomi dengan status gizi balita di Posyandu Cinta Insani. Jenis penelitian digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan desain penelitian korelasi. Adapun instrumen penelitian menggunakan kuisioner. Populasi yang diambil yaitu ibu-ibu yang memiliki balita dan datang ke Posyandu Teknik yang digunakan dalam pengambilan sampel menggunakan Accidental Sampling yaitu ibu-ibu yang kebetulan ada saat peneliti melakukan penelitian dengan jumlah 52 responden. Analisa data dilakukan dengan uji chi square yang kemudian disajikan dalam bentuk. Dari hasil penelitian 52 responden di Posyandu Cinta Insani menunjukkan bahwa jarak anak mayoritas baik 38 orang (73,08%), tingkat ekonomi rendah 26 orang (50%). Dari hasill uji statistik dengan koefisien kontigensi (α=5%) didapat tidak ada hubungan antara jarak anak dan tingkat ekonomi terhadap status gizi balita. Diharapkan agar kader posyandu dan petugas kesehatan lebih aktif dalam memantau dan mengevaluasi status gizi balita setiap bulannya.
Copyrights © 2019