Akibat bebasnya penambangan di batang inderapura yang menyebabkan tebing sungai menjadi rawan longsor, sehingga sedimen yang terbawa dan sedimen yang masuk pada aliran Sungai Batang Inderapura menumpuk, dengan jumlah sedimen yang dihasilkan penambangan dan longsoran tebing, maka perlu upaya di bangun bangunan pengendali sedimen (check dam) untuk mengatasi permasalahan penurunan dasar Sungai (degradasi). Data curah hujan didapatkan dari peta topografi serta stasiun Tapan/Alang Ramba dan stasiun Tapan/Bakir dari tahun 2002 sampai 2011. Dari analisa hidrologi didapat curah hujan rencana (R100th) 327,88 m3/dtk dengan menggunakan metode Polygon Thissen, metode log person III dan log Normal. Debit banjir rencana untuk periode ulang 100 tahun digunakan metode Rasional didapatkan (Q100th) 1666,43 m3/dtk. Bangunan check dam direncanakan tipe pelimpah (head work) dengan tinggi check dam 4 m. Kemiringan tubuh dibagian hulu 10 : 29, tinggi sub dam 1 m, panjang apron 20 m, tebal lantai apron 2 m, dengan estimasi volume aliran sedimen yang dapat ditampung sebesar 725334 m³ / sekali banjir. Stabilitas konstruksi check dam diperhitungan terhadap guling dengan koefisien keamanan = 1,5 1,2, geser 1,33 1,2, sehingga kontruksi check dam stabil dan dasar sungai stabil terhadap degradasi.
Copyrights © 2021