Cermin Dunia Kedokteran
Vol 44, No 4 (2017): Optalmologi

Pengelolaan dan Pencegahan Middle East Respiratory Syndrome (MERS)

Ronald Winardi Kartika (Fakultas Kedokteran UKRIDA, Jakarta Barat, Indonesia)
Meilyana Maria Isabela Kwary (Fakultas Kedokteran UKRIDA, Jakarta Barat, Indonesia)
Haznawi bt Mohamad (Fakultas Kedokteran UKRIDA, Jakarta Barat, Indonesia)
Muhamad Shazwan b. Sazali (Fakultas Kedokteran UKRIDA, Jakarta Barat, Indonesia)
Nurainaa Ayuni bt. Muhamad Nasir (Fakultas Kedokteran UKRIDA, Jakarta Barat, Indonesia)
Muhammad Aiman Afiq b. Che Rani (Fakultas Kedokteran UKRIDA, Jakarta Barat, Indonesia)



Article Info

Publish Date
01 Apr 2017

Abstract

Middle East Respiratory Syndrome (MERS) adalah penyakit yang disebabkan oleh MERS-Coronavirus (MERS-CoV). Umumnya, MERS menyebabkan gejala sistem pernapasan seperti batuk, sesak napas dan demam. Saat ini tiada pengobatan khusus untuk MERS. Ribavirin dan interferon-α2a yang digunakan untuk mengobati penyakit akibat coronavirus dapat membantu mengobati MERS.Middle East Respiratory Syndrome (Mers) is a disease caused by MERS-Coronavirus (Mers-CoV). Generally, MERS causes respiratory symptoms such as cough, shortness of breath and fever. There is no specific treatment for MERS. Drugs used to treat diseases caused by coronavirus such as ribavirin and interferon-α2a can be used.

Copyrights © 2017






Journal Info

Abbrev

CDK

Publisher

Subject

Health Professions Medicine & Pharmacology Public Health

Description

Cermin Dunia Kedokteran (e-ISSN: 2503-2720, p-ISSN: 0125-913X), merupakan jurnal kedokteran dengan akses terbuka dan review sejawat yang menerbitkan artikel penelitian maupun tinjauan pustaka dari bidang kedokteran dan kesehatan masyarakat baik ilmu dasar, klinis serta epidemiologis yang menyangkut ...