Penelitian ini ingin meneliti tentang pengaruh potensi wisata terhadap UMKM yang akhirnya akan meningkatkan PAD Kabupaten Blora. Dan ingin mengetahui potensi UMKM apa yang harus dikembangkan sesuai dengan kecenderungan pengunjung. Metodologi yang dipakai pada penelitian ini adalah mix methode. Metode kuantitatif digunakan untuk mengukur korelasi potensi wisata terhadap UMKM dan UMKM terhadap PAD, serta pengaruh potensi wisata terhadap PAD. Sedangkan metode kualitatif (konstruktivisme) digunakan untuk melihat kecenderungan 41 responden wisatawan yang sedang berkunjung ke Blora. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa, tidak terdapat korelasi antara jumlah wisatawan dan UMKM, jumlah UMKM dan PAD, juga jumlah wisatawan dan PAD. Berdasarkan interview, kecenderungan oleh-oleh juga buah tangan yang diminati oleh pengunjung secara berurutan adalah kripik tempe, sambel pecel, bubut (kerajinan jati), kecap, dan sirup kawisa. Sedangkan wisata kuliner yang diminati berturut-turut adalah sate Blora, nasi pecel dan lontong tahu. Tempat wisata yang cenderung dikunjungi adalah alun-alun Blora, pemandian dan waduk Tempuran, dan Goa Terawang. Intensitas kembali kunjung ke Blora rata-rata 5 kali pertahun dan yang sering adalah setahun sekali. Sedangkan jumlah rata-rata belanja selama berkunjung adalah Rp 433.000,00. Dari penelitian direkomendasikan agar dilakukan penelitian yang sifatnya kualitatif murni termasuk untuk menguji korelasi antara jumlah wisatawan, jumlah UMKM dan PAD, karena data angka yang tersaji tidak handal.
Copyrights © 2018