Masyarakat Baduy Luar (Outer Baduy) secara umum telah mengalami perubahan lingkungan sosial pada penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. Berbeda dengan masyarakat Baduy Dalam (Inner Baduy) yang masih konsisten menolak pengaruh globalisasi demi menjaga kelestarian lingkungan dan keberlangsungan budaya. Bagi masyarakat Baduy Luar penggunaan media digital handphone dan alat modern sebenarnya adalah larangan adat, tetapi mereka tetap memaksakan menggunakannya karena kebutuhan dan kelonggaran dari pemuka adat (Kokolot). Penelitian ini bertujuan menganalisis perilaku komunikasi dan kemampuan literasi informasi media digital masyarakat Baduy Luar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan studi kasus. Pengumpulan data primer dilakukan dengan wawancara mendalam, observasi, dokumentasi dan studi literatur untuk data sekunder. Tahapan analisis melalui reduksi data dengan tiga pengodean utama yaitu open coding, axial coding, dan selective coding. Penyajian data secara naratif dengan pengujian keabsahan data menggunakan analisis triangulasi, dan penarikan kesimpulan. Sebagai kesimpulan, hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor adat istiadat memiliki implikasi yang sangat kuat terhadap kemampuan literasi informasi media digital, hambatan komunikasi yang terjadi, dan perilaku komunikasi bermedia digital masyarakat Baduy Luar di era Internet of Things (IoT).
Copyrights © 2022